MENYINGKAP TABIR DIBALIK SHALAWAT
MENYINGKAP
TABIR DIBALIK SHALAWAT
Karya: Moh. Fahrun, M.Pd
Sekapur Sirih
Assalamu’alaikum
wr wb
Puji syukur الحمد لله رب
العالمين atas
segala limpahan rahmat dan ma’unah Allah swt karena tanpa seizin dari-Nya
mustahil makhluk terutama manusia dapat beraktivitas sesuai kehendaknya maka
sudah menjadi kewajiban untuk selalu meningkatkan ibadah dan belajar mencari
keridlaan-Nya.
Tak lupa pula shalawat dan
salam اللّهم صل وسلم على سيّدنا محمّد وعلى
اله وصحبه kepada baginda
Nabi Agung nan Istimewa Muhammad saw, berkat jasanya seluruh makhluk dapat
terangkat derajatnya kepada kedudukan yang mulia khususnya manusia yang mulanya
berada dalam kegelapan kebodohan terangkis menuju keilmuan dan peradaban
seperti yang kita rasakan pada saat ini. Rasanya tiada jasa dan perbuatan yang
setimpal untuk berbalas budi dibandingkan jerih payah yang beliau
korbankan selama + 23 tahun
menyampaikan risalah Allah swt kepada seluruh alam semesta.
Nabi Muhammad saw adalah sosok manusia
pilihan diantara pilihan, tidak lagi beliau seperti manusia pada umumnya.
Beliau diciptakan dari manusia-manusia suci dan mulia, bukan saja mulia dimata
manusia tetapi kemuliaannya menembus langit sehingga seluruh alampun mengagumi
beliau. Tidak hanya pada saat beliau sudah berwujud manusia tetapi sebelum
beliau dilahirkan bahkan sebelum alam ini diciptakan sebagaimana dijelaskan
dalam kitab-kitab maulid Nabi saw.
Ketidakmampuan penulis merenungi
jasa-jasa perjuangan Nabi saw baik di madinah lebih parah lagi di mekkah tanpa
sengaja mata ini rasanya ingin selalu menangis seraya ingin sekali berkumpul
bersama beliau menciumi tangan beliau yang lebih lembut dari sutra, memandangi
wajah beliau yang lebih elok dari bulan purnama bahkan andaikan diperbolehkan
ingin sekali menciumi kakinya kendati sangat merindukan beliau. Nampaknya hati
ini tidak mau beralih kepada siapapun kecuali cinta kepada baginda Nabi saw. Kerinduan
ini semoga tidak sia-sia sehingga dapat berjuampa dengan beliau baik dalam
mimpi ataupun keadaan terjaga amin.
Mengikuti ajaran beliau tidak akan
pernah bengkok sampai kapanpun. Oleh sebab itu tiada alasan bagi penulis dan
keturunannya untuk tidak beriman kepada beliau. Beliau adalah ruh penyemangat
dalam jiwa penulis melebihi orang tua dan keluarganya. Mengapa demikian?
Jawabannya adalah manusia selain beliau punya perasaan marah dan malas saat
ditopang masalah berbeda dengan beliau yang senantiasa merindukan umatnya dan
siapa saja yang menghina beliau bila itu pejabat maka akan lengser dari
jabatannya, bila dia seorang ahli ilmu maka ilmunya tidak akan bermanfaat, bila
dia seorang yang sangat mulia maka akan hilang kemuliaannya serta semuanya tidak
lagi disegani bahkan akan dicampakkan sebab semua kemuliaan lewat perantara
beliau. Maka seyogyanya sangat penting berterimakasih atas kelahiran beliau.
Untuk itu ungkapan dan sikap
berterima kasih kepada beliau perlu untuk dilakukan setiap detik dengan selalu
bershalawat kepada beliau semata-mata mengikuti perintah Allah swt. Kemudian
untuk memahamkan masyarakat awam serta para santri penulis, maka dengan penuh
pengorbanan dan perjuangan penulis bertekad untuk menuliskan secuil bahasan
yang mudah-mudahan sekalipun sangat sederhana dapat dibaca oleh semua orang
khususnya yang penulis sebutkan tadi.
Buku kecil karya penulis ini
berjudul “Menyingkap Tabir Dibalik Shalawat” harapannya secara umum
semoga buku ini dapat membantu memberikan nilai manfaat bagi para pembaca
lebih-lebih yang penulis sebutkan diatas dan secara khusus semoga semua hajat
penulis dapat segera dikabulkan, menjadi amal jariyah yang selalu mengalirkan
pahala sekalipun penulis sudah tiada dan
semoga penulis, orang tuanya, guru-gurunya, keluarganya, kerabatnya dan
orang-orang yang mengenali penulis serta seluruh kaum muslimin dapat memperoleh
syafaat beliau didunia, barzakh, terutama di akhirat kelak hingga dapat
berkumpul satu majelis bersama baginda Nabi Muhammad saw di surga firdaus
melayani beliau amin amin amin ya rabbal ‘alamin.
Buku sederhana ini tentu masih jauh
dari kesempurnaan sehingga kemungkinan di dalamnya masih banyak kesalahan baik
dari tulisan, pemaknaan, kosa kata dan yang lainnya. Oleh karenanya, penulis
selaku insan yang dlaif sangat mengharap kritikan dan saran agar buku
ini dapat sempurna baik saat penulis masih hidup maupun sudah wafat.
Demikian sekapur sirih dari penulis
dan semoga bermanfaat dunia akhirat, ihdinas shirathal mustaqim.
Wassalamu’alaikum wr wb
Trasak, 23 Nopember 2020 / 7 Rabi’uts Tsani 1442 H
Al-Faqir wa Dlaif
Moh. Fahrun
Silahkan download disini >> MENYINGKAPTABIR DIBALIK SHALAWAT
Komentar
Posting Komentar