SEBUTIR TUGAS YANG TAK KUNJUNG USAI

 

Sekapur Sirih

 

Assalamu’alaikum wr wb

Puji syukur  الحمد لله رب العالمين  atas segala limpahan rahmat dan ma’unah Allah swt karena tanpa kehendak-Nya sesuatu apapun tidak akan pernah terwujud la haula wa la quwwata illa billah.

Shalawat dan salam اللّهم صل وسلم على سيّدنا محمّد وعلى اله kepada baginda Nabi Agung nan Istimewa Muhammad saw[1], penyandang sayyidul kaunain wa tsaqalain, berkat jasanya manusia bisa hidup layak dengan iman, islam dan ihsan. Serta harapannya semua umat islam khusunya penulis beserta keluarga dapat berkumpul bersamanya di akhirat kelak amin ya rabbal ‘alamin.

Karya sederhana ini berawal dari kecemasan penulis tentang pendidikan murid-muridnya ditengah pandemic Covid-19. Tidak hanya ekonomi yang diterjang oleh pandemi ini semua lini kehidupan tidak stabil khusunya pendidikan islam yang ada di sekolah. Dari situasi yang menekan tersebut kemudian penulis menuliskan sebuah karya kecil dengan maksud agar mampu memberikan pencerahan bagi keluarga tentang tugas dan tanggung jawab terhadap pendidikan anak sehingga tidak lagi mengandalkan lembaga pendidikan sebagai satu-satunya benteng pendidikan bagi anak. Ditengah pendemi ini diketahui dengan jelas betapa sulitnya tugas orang tua bagi si anak yang semula setiap pagi berangkat sekolah kini tak lagi beraktifitas seperti sedia kala. Guru di sekolah merasa tertekan dengan pemberlakuan pemerintah. Disisi lain semangat keguruan yang berkobar dalam hatinya menginginkan pendidikan tidak lumpuh karena wabah yang tak kunjung selesai ini sehingga sebagian besar profesi guru sementara ditinggalkan demi memenuhi kebutuhannya. Sedangkan orang tua yang dalam hal ini sebagai induk pendidikan bagi si anak kurang mengerti akan tugas dan teknis mengajar yang baik sesuai masa pertumbuhan anak. Alhasil, dengan sangat berat lembaga pendidikan terpaksa tetap melakukan persekolahan tatap muka dengan mengikuti protocol kesehatan sebagaimana edaran yang berlaku dengan tujuan esensi pendidikan tetap berjalan stabil meskipun tidak sempurna. Anehnya pemberlakuan edaran dan pembatasan social covid-19 ini seolah-olah hanya dipaksakan kepada lembaga pendidikan formal saja sedangkan kerumunan seperti pasar tidak begitu dibidik dengan cermat. Memang jika ditinjau dari segi intervensi pemerintah kepada lembaga pendidikan formal dengan pasar tentu lebih banyak kepada lembaga formal sebab adanya Bantuan Operasional Sekolah. Adapun pendidikan non formal seperti Madrasah Diniyah seolah-olah tak terurus dan tak satupun yang menegurnya karena tetap exis. Dari sisi lainnya yang terindikasi covid ini hanya tertuju pada orang tua yang memiliki riwayat penyakit asma dan sebagainya. Apakah ada konspirasi didalamnya? Untuk menjawabnya tidak boleh hanya sekedar mengasumsikan kejadian sekitar kita lantas mengklaim seperti inilah aslinya masyaallah.

Dari sidikit ulasan diatas kemudian penulis memberikan judul karya kecilnya ini dengan Sebutir Tugas yang Tak Kunjung Usai”. Karya ini penulis selesaikan sebagai bentuk hadiah kepada istri dan anak pertamanya yang diidamkan kini tak sesuai harapan tetapi penulis tetap berprasangka baik barangkali ini adalah takdir pahit di awal dan akan indah pada waktunya[2] bahkan lebih baik dari sebelumnya yang sengaja Allah swt nantikan kepada penulis amin ya rabbal ‘alamin. Dari itu sekalipun penulis belum pernah bertemu semoga Allah swt memperkenankan penulis beserta keluarga bersatu bersama baginda Nabi Muhammad saw di surga firdaus amin.[3]

Karya sederhana ini tentu masih jauh dari kesempurnaan sehingga didalamnya masih banyak kesalahan baik dari tulisan, pemaknaan, kosa kata dan yang lainnya. Oleh karenanya, penulis selaku insan yang dlaif sangat mengharap kritikan, saran dan perbaikan dari siapapun agar karya ini dapat sempurna dengan baik dan bermanfaat baik saat penulis masih hidup maupun sudah wafat.

Demikian pengantar dari penulis dan semoga bermanfaat dunia akhirat, ihdinas shirathal mustaqim.

Wassalamu’alaikum wr wb


[1] Perihal shalawat telah datang dalam sebuah khabar sesungguhnya Jibril AS suatu hari datang kepada Nabi saw dan berkata: wahai Rasulullah aku melihat malaikat di langit berada diatas dipan megah, disekelilingnya terdapat tujuh puluh ribu malaikat berbaris melayaninya. Setiap nafas dari nafas yang malaikat hembuskan itu Allah ciptakan malaikat lagi tetapi sekarang aku melihat malaikat itu berada diatas gunung qaf rontok sayapnya dan ia menangis. Setelah aku memandanginya ia berakata: apakah engkau akan bisa memberikan syafaat padaku. Aku berkata: apa yang membuatmu dihukum begini? Ia berkata: dahulu akau berada diatas dipan megah pada malam mi’raj tiba-tiba Muhammad saw melewatiku lalu aku tidak berdiri untuk menghotmatnya maka allah menyiksaku dengan siksaan ini dan menjadikan tempat ini sebagai tempatku seperti yang kamu lihat. Jibril berkata: lalu aku merendahkan diri kepada Allah maka aku syafaati dia. Allah berfirman: wahai Jibril katakan padanya (tidak aku ampuni) sebelum ia bershalawat kepada Muhammad. Ia pun segera bershalawat kepadamu maka Allah mengampuninya dan menumbuhkan sayapnya kembali. Abu Hamid Al-Ghazali, Mukasyafatul Qulub (Surabaya: Al-Maktabah, TT), 63.

[2] Allah swt menegaskan dalam QS Al-Insyirah: 5-6.

[3] Keyakinan penulis merujuk pada karya Imam An-Nawawi dalam al-Majmu’ : telah datang hadits-hadits pada bab yang tidak saya sebutkan diatas diantaranya sesungguhnya meninggalnya salah seorang dari anak merupakan penghalang (bagi orang tua) dari api neraka sekalipun gugur (belum lahir). Imam Abi Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Kitabul Majmu’ Syarhul Muhaddzab lis Syirazi (Saudi Arabia: Maktabah Al-Irsyad, TT), 295.

 

 

Trasak,  24 September 2021/17 Shafar 1443 H

Al-Faqir wa Dlaif

 

Moh Fahrun

 

 

Silahkan unduh >>>>> Disini  

Komentar

  1. Alhamdulilah dengan karya guru tercinta kami Bpk. Moh Fahrun. Senantiasa mengobati rindu akan ajarannya kepada kami. Semoga allah mengabulkan atas segala hajat-Nya Amiinn..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah Natijatul Fikri Fil Jahr Bidzikr Fi Jawazil Jahr Bidzikr Wal Ijtima’ Alaih

IKATAN CINTA

TERJEMAH KITAB MUKHTASHAR FIL AYYAM & HAKIKAT IMAN