TETESAN HUJAN
Sekapur Sirih
Assalamu’alaikum wr wb
Al-Hamdulillah
rabbil a’lamin atas
segala limpahan rahmat dan taufiq serta inayah-Nya sehingga menjadikan manusia
sebagai makhluk termulia dengan ilmu dan akhlak.
Shalawat
dan salam allahumma shalli wa sallim ala sayyidina Muhammad ‘adada ma
wasi’ahu ilmullah semoga tetap tercurah deras kepada sang pelopor ilmu
pengetahuan dan pembawa obor peradaban kemanusiaan serta perantara kasih sayang
kepada seluruh alam baginda Nabi Muhammad saw yang kebetulan bulan ini
bertepatan dengan bulan kelahirannya (rabi’ul awwal). Merayakannya adalah
bentuk penghormatan karena berkat jasa dan pertolongan beliau manusia bisa diciptakan
terangkat kedudukannya dan bisa mengenal tuhannya melalui iman, islam dan ihsan.
Sanjungan atas segala upaya yang telah beliau lakukan hingga darah dan nyawapun
menjadi taruhannya demi menegakkan pesan tuhan maka tidak ada kata yang pantas
untuk menggambarkan wujud dan perjuangannya. Harapan artinya sekalipun tidak
pernah melihatnya semoga tetap diakui menjadi umatnya, dikabulkan hajadnya dan
diberi syafaat khususnya pada saat peristiwa besar di akhirat serta semoga
Allah swt mempernankan untuk bersama-sama di surga. Amin ya rabbal a’lamin
Sesuai
nama aslinya Qathrul Ghaits yang bermakna tetesan hujan. Kata Qathr sama dengan
Mathar berarti hujan tetapi ada perbedaan diantara keduanya. Qathr adalah air
hujan yang menetes dari langit membawa rahmat atau karomah dan dapat
menyejukkan atau memberikan manfaat bagi penduduk bumi. Sedangkan Mathar adalah
hujan deras yang lebih cenderung membawa bencana atau tidak menenangkan
penduduk bumi. Buku ini dikemas dengan pertanyaan dan jawaban mengenai isi
esensi iman, islam dan ihsan.
Buku
kecil ini adalah terjemahan dari kitab Qathrul Waits yang menjelaskan (syarah)
isi dari kitab Masail Abil Laits As-Samarqandi. Karya ini ditulis oleh seorang
Waliyyullah Syekh Allamah Muhammad Nawawi Al-Jawi lebih akrab Al-Banteni yang
merupakan guru dari seluruh ulama nusantara. Salah satu muridnya yang tersohor
Syaikhuna Muhammad Kholil bin Abdul Latif Al-Bangkalani. Harapannya dengan
adanya buku terjemahan ini semoga dapat memberikan motivasi kepada semua orang
terutama yang belum bisa memahami bahasa arab secara utuh agar bisa memahami
secara jelas haikat iman, islam dan ihsan sesuai pemahaman Ahlus Sunnah wal
Jamaah. Dengan berkembangpesatnya teknologi yang kini sudah dalam genggaman
masing-masing tentu banyak pemahaman-pemahaman dasar yang didengar dan dilihat
dari berbagai sumber tidak jelas kebenarannya sehingga bila seseorang tidak
punya pegangan dan pengetahuan yang kokoh besar kemungkinan akan
terombang-ambing mengikuti trend lebih parah lagi muncul keraguan kepada
Allah swt, dimana Dia? Bagaimana Dia? Kapan Dia? Dan berapa Dia?. Oleh sebab
itu, terjemahan ini hadir mudah-mudahan dapat menjadi solusi keimanan manusia saat
ini.
Terjemahan
ini kami tulis semata-mata sebagai wujud penghormatan istimewa mengagungkan
hari kelahiran baginda Nabi Muhammad saw harapannya semoga hadiah kecil ini diterima
dengan suka ria oleh beliau dan kami selaku umat yang berlumur dosa sangat
mengharapkan beliau hadir pada saat hembusan nafas terakhir dan tidak ada yang
kami lihat waktu itu selain wajah beliau. Tak hanya itu kami selalu ingin
menitipan permintaan kepada beliau agar berkenan menolong kami menghadap sang
ilahi rabbi nampak tak terbayangkan bagaimana jadinya bila beliau tidak menolong
kami na’udzu billah. Isyfa’
lana ya rasulallah
Sebuah
buku karya manusia tentu tidak lepas dari kesalahan sebab yang sempurna dan
suci adalah milik Allah swt. Meskipun tidak sempurna paling tidak berdiri tegak
dalam bahasan yang benar sekalipun ada yang perlu disempurnakan oleh segenap
para pembaca baik dari segi tulisan maupun penerjemahan tiap kata. Besar
harapan kami agar sama-sama memperbaiki kesalahan yang ada dalam buku ini
sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih besar.
Demikian
pengantar singkat ini kami sampaikan semoga bermanfaar dan menjadi amal jariyah
di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bis shawab.
Wassalamu’alaikum
wr wb
Pamekasan, 8 Oktober 2022 M
12 Rabiul Awal 1444 H
Al-Faqir wal Jahil
Moh. Fahrun
Komentar
Posting Komentar