TUJUAN PUASA

 Terjemah Maqashidus Shaum 

Karya Al-Imam Sulthanul Ulama Izzuddin bin Abdissalam Assulami Addimasqy Assyafii


Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan nikmat dan rahmatnya sehingga kita tetap melaksanakan aktifitas dengan baik. Shalawat dan salam allahumma shalli ala sayyidina Muhammad tak lupa dihaturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw insan pelita bagi kegelapan alam semesta.

Kebaikan yang pernah dikerjakan oleh seseorang akan mengantarkan pada balasan kebahagiaan yang setimpal itulah janji Allah swt. Tetapi  level kebaikan bisa dilihat  dari  seberapa bermanfaat hal yang kita lakukan bagi makhluk hidup sewaktu di dunia ini terutama bagi manusia selaku insan  wakil tuhan di muka bumi. Bagi seorang bangsawan atau marga mulia lebih cepat fenomenal berkat jasa kebaikan leluhurnya tetapi  bukan itu yang diajarkan dalam islam, mengandalkan leluhur tak dapat dianggap sebagai orang yang mulia dan mandiri.  Maka  jika bukan dari nasab yang demikian hendaklah terus berbuat baik sampai nanti ditunjukkan oleh Allah swt itulah kemulian yang diperoleh atas usahamu sendiri.

Berharap kebaikan atas dasar ingin dikenal juga tidak baik berarti mendahului kodrat jiwa sebagai makhluk.   Tetaplah berbuat baik  terutama pada spesialisasi keahlian yang kita miliki dan jangan merasa semua bidang ilmu dapat kita kuasai karena itu tidaklah mungkin. Perlu kesadaran diri bahwa kita manusia bukan tuhan. Namun berusaha agar kebaikan kita dikenang oleh manusia kendati mengharapkan pahala dari Allah swt sehingga bila suatu saat kita sudah tiada, ada riwayat atau karya yang kita buat senantiasa diambil manfaat dari generasi ke generasi. Oleh karenanya pahala selalu mengalir kepada kita meski sudah berbaring dalam kubur. Allahumma barik lahu wa lana wajma’ lana wa lahu maan nabi Muhammad saw fil Jannah birahmatika ya arhamar rahimin amin.

Itulah sebetulnya maksud penerjemah dalam menerjemahkan karya ulama besar yang bergelar rajanya ulama (sulthanul ulama). Harapannya dengan terjemahan ini dapat membantu mempermudah memahami karya tersebut serta jika suatu saat nanti penerjemah sudah tiada karya ini juga dapat abadi seperti karya beliau yang populer dan menjadi rujukan ulama dalam bidang tafsir tematik salah satunya “Syajaratul Ma’arif wal Ahwal wa Shalihul Aqwal wal A’mal” serta tetap berpartisipasi dalam menyampaikan pesan tuhan melalui tulisan al-Imam Izzuddin bin Abdissalam. Seorang alim, ‘allamah, faqih, wara, zuhud, mufassir dan tentunya tak diragukan lagi kedekatan beliau dengan Allah swt  dan mudah-mudahan diakui sebagai santrinya sehingga esok di hari kiamat tergolong su’ada (manusia beruntung) memperoleh tempat abadi tanpa hisab yakni surga yang sengaja Allah swt janjikan  amin.

Terjemahan ini barangkali terdapat kesalahan baik dari segi makna, tulisan, maksud dan gaya bahasa yang disusun  hal ini menunjukkan bahwa penerjemah berbeda jauh dengan pengarang aslinya dan termasuk orang yang miskin ilmu maka sangat perlu bagi para pembaca untuk sama-sama menyempunakannya.

Bila dibutuhkan suatu saat karya kecil ini diperbolehkan untuk dicetak dan diperbanyak sebanyak mungkin tanpa perlu izin kepada penerjemah yang terpenting terus memberikan nilai manfaat khususnya bagi diri sendiri dan secara umum bagi para pembaca. Hanya saja yang kami minta selipkan nama kami dalam doa para pembaca semoga Allah swt segera mengabulkan hajad dan mengampuni dosa-dosanya amin ya rabbal ‘alami.

Wallahu a’lam bis shawab


Pamekasan, 21 Ramadhan 1444 H / 12 April 2023 M

Al-Faqir wad Dlaif



Moh Fahrun


Bagi yang minat silahkan download disini =>> Tujuan Puasa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah Natijatul Fikri Fil Jahr Bidzikr Fi Jawazil Jahr Bidzikr Wal Ijtima’ Alaih

IKATAN CINTA

TERJEMAH KITAB MUKHTASHAR FIL AYYAM & HAKIKAT IMAN